Cara Menghindari Plagiat
Plagiarisme, atau menjiplak ide atau kata-kata orang lain dan mengakuinya sebagai karya Anda, bisa menyebabkan masalah bagi Anda maupun orang lain, berapa pun usia Anda. Mahasiswa yang melakukannya bisa diberhentikan oleh kampus. Bahkan, akibat kasus plagiarisme dalam pidatonya, tokoh politik terkenal seperti Joe Biden pernah kehilangan kesempatan menjadi calon presiden Amerika Serikat pada tahun 1988.
Ringkasan 7 Langkah Utama
Pahami apa yang dimaksud dengan plagiarisme.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan plagiarisme sebagai:
"Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri."
Sementara kamus American Heritage menyebutkan: "the unauthorized use of another author and the representation of them as one's own original work."
Artinya, yang tergolong plagiarisme bukan hanya jiplakan karya orang lain kata per kata, tetapi juga imitasi yang sangat mirip dengan karya tersebut. Penggunaan sinonim dan sekadar mengubah pilihan kata bukanlah pembenaran. Anda harus menulis teks dalam kalimat Anda sendiri dan mengutip sumbernya.
Contoh Perbandingan Teks:
"Hukum negara melarang budak-budak memperoleh ganti rugi dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling keji sekalipun."
"Hukum negara tidak mengizinkan budak-budak mendapatkan imbalan dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling mengerikan sekalipun."
"Bahkan budak-budak yang terluka, disiksa, atau dihina tidak bisa menuntut ganti rugi dari tuannya menurut undang-undang Amerika Serikat yang berlaku saat itu. (Jefferson, 157)"
- Mengunduh karya tulis siap pakai dari internet.
- Menyewa orang lain untuk menuliskan karya untuk Anda.
- Mencoba membuat ide orang lain tampak bagaikan ide murni dari pikiran Anda sendiri.
Kenali topik yang Anda bahas.
Dengan memahami topiknya secara mendalam, Anda akan jauh lebih sanggup menulis dalam kalimat Anda sendiri, bukan sekadar menyatakan ulang definisi yang dikemukakan orang lain.
Carilah informasi lengkap tentang topik yang ingin Anda tulis. Anda bisa mendapatkannya lewat internet maupun buku-buku referensi akademik. Perlu diingat bahwa buku cetak dan jurnal resmi hampir selalu lebih berwibawa dibandingkan artikel internet umum.
Rapalkan topik itu beberapa kali.
Kuncinya adalah sungguh-sungguh memahami materi dan sanggup menyatakan maknanya kembali dalam bentuk kalimat Anda sendiri tanpa melihat teks asli terus-menerus.
Hindari terlalu sering membaca ulang materi penulis lain saat sedang mengetik, karena otak Anda cenderung akan menyatakan ulang pola kalimat sang penulis asli secara intuitif.
Sumber Asli: "Budak-budak bekerja 12 jam sehari, sejak matahari terbit hingga terbenam, berusaha bertahan hidup dengan 1.200 kalori dari pati serta darah, keringat, dan air mata mereka."
Sebutkan kutipan dan sumber Anda.
Anda harus mencantumkan Daftar Pustaka atau literatur yang dikutip dalam karya tulis Anda. Jika menggunakan kutipan langsung dari karya penulis lain, Anda wajib mengutipnya dengan benar menggunakan format standar (seperti MLA, APA, atau Chicago).
Anda bisa menghindari plagiarisme yang tidak disengaja dengan langsung menyertakan tanda petik dan mencatat sumbernya saat mengetik. Jika menunda langkah ini dan berencana melengkapinya di akhir tulisan, Anda berisiko lupa dan menghadapi masalah serius plagiarisme secara tidak sengaja.
Sertakan sumber jika Anda ragu.
Jika Anda ragu apakah suatu klaim, istilah, atau ide memerlukan sitasi atau tidak, selalu pilih untuk mencantumkan sumbernya.
Pahami beberapa aturan dasar hak cipta.
Plagiarisme bukan sekadar praktik akademik yang buruk, tetapi juga dapat melanggar hukum jika terjadi pelanggaran hak cipta.
- Fakta tidak dilindungi hak cipta: Anda bebas menggunakan semua fakta historis atau ilmiah yang ditemukan untuk mendukung argumen tulisan Anda.
- Susunan kalimat dilindungi hak cipta: Walau fakta bebas dipakai, ekspresi kata-kata dan susunan kalimat yang digunakan penulis asli dilindungi undang-undang.
- Mengubah struktur tata bahasa: Menambahkan sekadar tanda koma saja tidak cukup. Anda harus menyusun ulang struktur kalimat dan gaya penyampaian secara menyeluruh.
Perhatikan apa yang tidak perlu dikutip.
Tidak semua hal dalam penulisan ilmiah memerlukan sitasi. Karya yang penuh dengan kutipan tidak perlu justru akan menyiksa pembaca. Berikut hal yang tidak perlu Anda kutip:
- Fakta umum & Peristiwa Sejarah: Fakta publik seperti tanggal serangan Pearl Harbor atau kemerdekaan Indonesia.
- Pandangan & Ide Murni Anda Sendiri: Opini asli, pengalaman pribadi, atau kesimpulan yang Anda rumuskan sendiri.
- Bukti Ilmiah Eksperimen Mandiri: Data mentah, tes, atau hasil survei yang Anda kumpulkan sendiri.
*Catatan: Jika Anda menggunakan kembali karya pribadi yang pernah dipublikasikan atau dikumpulkan sebelumnya secara akademis, minta izin pembimbing dan lakukan self-citation (sitasi diri).
Tips Praktis
- Trik Menerjemahkan: Gunakan penerjemah ke bahasa lain lalu terjemahkan kembali untuk melihat struktur alternatif, lalu perbaiki dengan pemahaman pribadi Anda.
- Gunakan Plagiarism Checker: Gunakan aplikasi pemindai plagiarisme daring (seperti Turnitin, DupliChecker, Plagiarisma) sebelum mengumpulkan karya.
- Gunakan Alat Sitasi Otomatis: Manfaatkan alat seperti EasyBib atau CitationMachine untuk menyusun daftar pustaka berformat benar.
Peringatan Penting
Jangan pernah coba-coba melakukan plagiarisme. Bukan hanya nilai tugas Anda yang rawan hancur, tetapi juga harga diri, kredibilitas, dan reputasi akademis Anda. Sebagian besar sekolah dan universitas dapat memberhentikan (drop out) siswa yang terbukti sengaja melakukan plagiarisme.

