Cara Menghindari Plagiat

Disusun bersama Emily Listmann, MA
Tentang Penulis Kontributor: Emily Listmann adalah pengajar privat di San Carlos, California. Dia merupakan guru ilmu sosial, koordinator kurikulum, dan guru persiapan SAT. Emily menerima gelar MA dalam bidang pendidikan dari Stanford Graduate School of Education pada tahun 2014.

Plagiarisme, atau menjiplak ide atau kata-kata orang lain dan mengakuinya sebagai karya Anda, bisa menyebabkan masalah bagi Anda maupun orang lain, berapa pun usia Anda. Mahasiswa yang melakukannya bisa diberhentikan oleh kampus. Bahkan, akibat kasus plagiarisme dalam pidatonya, tokoh politik terkenal seperti Joe Biden pernah kehilangan kesempatan menjadi calon presiden Amerika Serikat pada tahun 1988.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memastikan bahwa Anda tidak—secara sengaja maupun tidak sengaja—melakukan plagiarisme dalam tulisan akademik atau profesional Anda.
Langkah 1

Pahami apa yang dimaksud dengan plagiarisme.

Dilarang Menjiplak Menyalin kata demi kata atau sekadar mengganti sinonim tetap dianggap plagiat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan plagiarisme sebagai:

"Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri."

Sementara kamus American Heritage menyebutkan: "the unauthorized use of another author and the representation of them as one's own original work."

Artinya, yang tergolong plagiarisme bukan hanya jiplakan karya orang lain kata per kata, tetapi juga imitasi yang sangat mirip dengan karya tersebut. Penggunaan sinonim dan sekadar mengubah pilihan kata bukanlah pembenaran. Anda harus menulis teks dalam kalimat Anda sendiri dan mengutip sumbernya.

Contoh Perbandingan Teks:

Sumber Asli:

"Hukum negara melarang budak-budak memperoleh ganti rugi dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling keji sekalipun."

Plagiarisme (Sekadar Sinonim):

"Hukum negara tidak mengizinkan budak-budak mendapatkan imbalan dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling mengerikan sekalipun."

Bukan Plagiarisme (Parafrase & Sitasi):

"Bahkan budak-budak yang terluka, disiksa, atau dihina tidak bisa menuntut ganti rugi dari tuannya menurut undang-undang Amerika Serikat yang berlaku saat itu. (Jefferson, 157)"

Plagiarisme juga mencakup:
  • Mengunduh karya tulis siap pakai dari internet.
  • Menyewa orang lain untuk menuliskan karya untuk Anda.
  • Mencoba membuat ide orang lain tampak bagaikan ide murni dari pikiran Anda sendiri.
Langkah 2

Kenali topik yang Anda bahas.

Baca Beragam Sumber Membaca beragam sumber membantu membentuk pemahaman menyeluruh.

Dengan memahami topiknya secara mendalam, Anda akan jauh lebih sanggup menulis dalam kalimat Anda sendiri, bukan sekadar menyatakan ulang definisi yang dikemukakan orang lain.

Carilah informasi lengkap tentang topik yang ingin Anda tulis. Anda bisa mendapatkannya lewat internet maupun buku-buku referensi akademik. Perlu diingat bahwa buku cetak dan jurnal resmi hampir selalu lebih berwibawa dibandingkan artikel internet umum.

Trik Utama: Gunakan beberapa sumber informasi sekaligus. Jika Anda hanya mengandalkan satu sumber saja (misalnya satu buku atau satu artikel), Anda berisiko besar tidak sengaja meniru atau melakukan plagiarisme terhadap struktur tulisan tersebut.
Langkah 3

Rapalkan topik itu beberapa kali.

Internalisi Gagasan Pahami gagasan dasarnya lalu ungkapkan kembali dengan pandangan Anda sendiri.

Kuncinya adalah sungguh-sungguh memahami materi dan sanggup menyatakan maknanya kembali dalam bentuk kalimat Anda sendiri tanpa melihat teks asli terus-menerus.

Hindari terlalu sering membaca ulang materi penulis lain saat sedang mengetik, karena otak Anda cenderung akan menyatakan ulang pola kalimat sang penulis asli secara intuitif.

Contoh Hasil Penulisan Ulang (Parafrase Mandiri):

Sumber Asli: "Budak-budak bekerja 12 jam sehari, sejak matahari terbit hingga terbenam, berusaha bertahan hidup dengan 1.200 kalori dari pati serta darah, keringat, dan air mata mereka."

Tulisan Ulang A: "Bertahan hidup dengan sekitar separuh dari apa yang hari ini kita anggap asupan kalori minimal, budak-budak pada abad ke-19 bekerja sepanjang jam-jam yang sangat menyiksa tubuh mereka. (Jefferson, 88)"
Tulisan Ulang B: "Pada abad ke-19, budak-budak bekerja selama matahari bersinar, sembari menderita kurang gizi. (Jefferson, 88)"
Langkah 4

Sebutkan kutipan dan sumber Anda.

Sitasi & Referensi Gunakan tanda petik dan cantumkan rujukan secara langsung saat mengetik.

Anda harus mencantumkan Daftar Pustaka atau literatur yang dikutip dalam karya tulis Anda. Jika menggunakan kutipan langsung dari karya penulis lain, Anda wajib mengutipnya dengan benar menggunakan format standar (seperti MLA, APA, atau Chicago).

Jangan Menunda Pencatatan Sumber!
Anda bisa menghindari plagiarisme yang tidak disengaja dengan langsung menyertakan tanda petik dan mencatat sumbernya saat mengetik. Jika menunda langkah ini dan berencana melengkapinya di akhir tulisan, Anda berisiko lupa dan menghadapi masalah serius plagiarisme secara tidak sengaja.
Langkah 5

Sertakan sumber jika Anda ragu.

Selalu Cantumkan Sitasi Prinsip aman: Lebih baik mencantumkan sitasi berlebih daripada kebobolan plagiat.

Jika Anda ragu apakah suatu klaim, istilah, atau ide memerlukan sitasi atau tidak, selalu pilih untuk mencantumkan sumbernya.

1. Sebutkan sumber di dalam kalimat/paragraf: "Menurut Richard Feynman, elektrodinamika kuantum bisa dijabarkan dengan rumus integral lintasan."
2. Gunakan tanda kutip pada frasa unik orisinal: "Akan terjadi 'pergeseran paradigma' ketika sebuah revolusi ilmiah mendorong masyarakat untuk memandang dunia secara berbeda."
Langkah 6

Pahami beberapa aturan dasar hak cipta.

Perlindungan Hak Cipta Hak cipta melindungi bentuk ekspresi dan susunan kalimat orisinal.

Plagiarisme bukan sekadar praktik akademik yang buruk, tetapi juga dapat melanggar hukum jika terjadi pelanggaran hak cipta.

  • Fakta tidak dilindungi hak cipta: Anda bebas menggunakan semua fakta historis atau ilmiah yang ditemukan untuk mendukung argumen tulisan Anda.
  • Susunan kalimat dilindungi hak cipta: Walau fakta bebas dipakai, ekspresi kata-kata dan susunan kalimat yang digunakan penulis asli dilindungi undang-undang.
  • Mengubah struktur tata bahasa: Menambahkan sekadar tanda koma saja tidak cukup. Anda harus menyusun ulang struktur kalimat dan gaya penyampaian secara menyeluruh.
Langkah 7

Perhatikan apa yang tidak perlu dikutip.

Bebas Sitasi Hal-hal yang merupakan pengetahuan umum atau ide asli Anda bebas sitasi luar.

Tidak semua hal dalam penulisan ilmiah memerlukan sitasi. Karya yang penuh dengan kutipan tidak perlu justru akan menyiksa pembaca. Berikut hal yang tidak perlu Anda kutip:

  • Fakta umum & Peristiwa Sejarah: Fakta publik seperti tanggal serangan Pearl Harbor atau kemerdekaan Indonesia.
  • Pandangan & Ide Murni Anda Sendiri: Opini asli, pengalaman pribadi, atau kesimpulan yang Anda rumuskan sendiri.
  • Bukti Ilmiah Eksperimen Mandiri: Data mentah, tes, atau hasil survei yang Anda kumpulkan sendiri.

*Catatan: Jika Anda menggunakan kembali karya pribadi yang pernah dipublikasikan atau dikumpulkan sebelumnya secara akademis, minta izin pembimbing dan lakukan self-citation (sitasi diri).

Tips Praktis

  • Trik Menerjemahkan: Gunakan penerjemah ke bahasa lain lalu terjemahkan kembali untuk melihat struktur alternatif, lalu perbaiki dengan pemahaman pribadi Anda.
  • Gunakan Plagiarism Checker: Gunakan aplikasi pemindai plagiarisme daring (seperti Turnitin, DupliChecker, Plagiarisma) sebelum mengumpulkan karya.
  • Gunakan Alat Sitasi Otomatis: Manfaatkan alat seperti EasyBib atau CitationMachine untuk menyusun daftar pustaka berformat benar.

Peringatan Penting

Jangan pernah coba-coba melakukan plagiarisme. Bukan hanya nilai tugas Anda yang rawan hancur, tetapi juga harga diri, kredibilitas, dan reputasi akademis Anda. Sebagian besar sekolah dan universitas dapat memberhentikan (drop out) siswa yang terbukti sengaja melakukan plagiarisme.

Sumber Referensi Utama

Halaman ini dibuat berdasarkan materi panduan resmi dari wikiHow Indonesia.

Kunjungi Artikel Asli wikiHow

Penjelasan Hak Cipta & Atribusi:

Konten, panduan langkah-langkah, dan metode penulisan pada halaman ini disadur dari artikel "Cara Menghindari Plagiat" yang diterbitkan oleh wikiHow, Inc. disadur dari karya kolaborasi bersama Emily Listmann, MA.

Seluruh isi materi dilindungi oleh ketentuan hak cipta wikiHow, Inc. dan lisensi penggunaan pendidikan/informasional. Penggunaan materi ini ditujukan untuk tujuan edukasi, pembelajaran etika akademik, dan memberikan edukasi pencegahan plagiarisme di kalangan pelajar, mahasiswa, serta peneliti.

© 2026 wikiHow, Inc. Seluruh hak dilindungi undang-undang. wikiHow® adalah merek dagang terdaftar milik wikiHow, Inc.